Langsung ke konten utama

Tips Ibu Yang Sedang Bekerja

Menjadi working mom berarti harus siap dengan berbagai tantangan. Utamanya, urusan-urusan dalam mengurus anak yang biasanya menjadi sekat perbedaan antara mereka dengan ibu penuh waktu di rumah.

Oleh karena itu, saat telah memiliki anak, working mom otomatis punya tantangan untuk dapat menyusui eksklusif.

Kalaupun itu berhasil dilewati, selanjutnya juga ada tantangan untuk memberikan makanan pendamping air susu ibu ( MPASI) yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan si kecil. Nah, persiapan apa yang seharusnya dilakukan?

Cari tahu

Pada dasarnya, ibu bekerja juga bisa membuat dan mengolah MPASI sendiri. Catatannya, segala persiapan harus dilakukan jauh sebelum anak memasuki masa MPASI.

Hal pertama yang harus diketahui adalah kebutuhan bayi. Jangan sampai karena ingin praktis, ibu lupa memperhatikan kecukupan gizi MPASI dengan memilih berbagai macam makanan instan.

Boleh saja sebenarnya menyiapkan menu makanan siap saji, tetapi pastikan bahwa makanan tidak mengandung zat pengawet, monosodium glutamat (MSG), dan bahan lain yang merugikan bayi.

Bila Memilih makanan instan,  akan sulit untuk memastikan apakah sajian tersebut memenuhi kecukupan gizi bayi. Makanan instan punya standar mencukupi kebutuhan dalam komposisi yang biasa ditulis dalam kemasan. Sayangnya, kebutuhan tiap anak berbeda-beda.

Energi yang dibutuhkan bayi usia 12-24 bulan per hari, misalnya, adalah 550 kkal. Itu terdapat dalam satu mangkuk sayur dan buah potong dengan frekuensi 3-4 kali per hari.
Energi yang dibutuhkan bayi usia 12-24 bulan per hari, misalnya, adalah 550 kkal. Itu terdapat dalam satu mangkuk sayur dan buah potong dengan frekuensi 3-4 kali per hari. (Philips Avent)
Sudah begitu ada pula kemungkinan-kemungkinan yang dapat merugikan bayi. Antara lain, obesitas, kolesterol tinggi, kekurangan mineral, dan zat besi yang bisa saja terjadi di kemudian hari.

Oleh karenanya, orangtua harus peka menyikapi itu. Tidak ada salahnya membuat dan menyiapkan sendiri MPASI untuk bayi.

Berhitung waktu

Hal kedua yang harus dilakukan adalah menyiasati keterbatasan waktu. Inilah tantangan utama bagi working mom.

Ilustrasi anak sedang menikmati Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).
Ilustrasi anak sedang menikmati Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).(Philips Avent)
Cobalah mengatur waktu dengan baik. Menu MPASI satu hari, misalnya, sudah harus disiapkan pada pagi hari, sebelum berangkat kerja.

Untuk menghemat waktu, pilih juga resep MPASI yang bahan makanannya sama dengan menu keluarga. Kelebihan pemilihan menu yang sama bertujuan memudahkan orangtua untuk memberikan kebiasaan agar anak tidak pilih-pilih makanan. Penyajiannya pun tak memakan waktu lama karena dapat diolah bersamaan.

Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, MPASI dimasak dengan bumbu alami, hindari dulu pemakaian gula dan garam, lalu tambahkan juga ekstra lemak seperti kaldu atau minyak sayur pada makanan untuk membantu penyerapan vitamin A-D-E-K.

Beberapa poin itu tertulis dalam buku "Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun" yang ditulis TigaGenerasi.

Kalaupun kemudahan itu dianggap kurang, terutama dalam penghematan waktu, mungkin orangtua perlu alat yang dapat memudahkan pengerjaannya.

Saat ini, ada banyak alat yang dapat digunakan untuk mengolah menu MPASI dengan mudah. Sayangnya, tak semua bisa menjaga kandungan nutrisi makanan yang diolah.

Salah satu yang bisa dipilih ialah Baby Food Maker Phillips Avent yang terdiri dari dua jenis. Pertama, Combine Steamer Blender SCF870 untuk dua tujuan penggunaan dalam satu alat, yaitu mengukus dan melumatkan.

Kedua, 4-in-1 Healthy Baby Food Maker SCF875 untuk empat fungsi. Selain mengukus dan melumatkan, jenis kedua ini dapat juga menghilangkan bekuan es (de-frost) dan memanaskan.

Dengan fungsi-fungsi itu, kekhawatiran akan ribetnya membuat dan mengolah MPASI tak lagi ada karena sudah dirancang sesuai untuk kebutuhan tersebut. Bobotnya pun tak berat sehingga dapat mudah dibawa saat bepergian.

Kalau segala persiapan, mulai dari ilmu, waktu, bahan pokok, hingga alat sudah disediakan, tak ada lagi alasan untuk working mom gagal menyiapkan MPASI, bukan?t

Komentar

Postingan populer dari blog ini

24 Pantai Yang Bebas Polosi Di Thailand

Pemerintah Thailand menerbitkan peraturan larangan merokok di 24 pantai yang tersebar di 15 provinsi sejak Kamis (1/2/2018). Ada banyak pantai yang terkenal di kalangan wisatawan seperti Phuket, Koh Samui, dan Krabi yang termasuk dalam daftar pantai dilarang merokok.



"Sejak 1 Februari, merokok dan membuang puntung rokok sembarangan dilarang di area pantai. Siapapun yang ingin merokok, harus merokok di area khusus bukan di pantai," kata Director Department of Marine and Coastal Resources Thailand, Bannarak Sermthong.

Sanksi penjara satu tahun dan denda sebesar 100.000 bath atau setara Rp 4,2 juta dikenakan kepada orang yang ketahuan merokok dan membuang puntung rokok di pantai.

Bukan tanpa sebab pemerintah Thailand memberlakukan peraturan tersebut. Menurut penelitian dari Department of Marine and Coastal Resources Thailand dalam satu kawasan pantai ditemukan 100.000 puntung rokok. Jumlah tersebut merupakan 30 persen sampah yang ditemukan di kawasan pantai.

Bahkan di salah sat…

Dapatkan Aneka Kebutuhan Lebaran-mu di Promo Lebaran 2018

Hari raya lebaran sepertinya sudah tidak sabar ditunggu kehadirannya oleh mereka yang akan merayakan lebaran. Beberapa pusat perbelanjaan pun siap menyambut lebaran dengan menghadirkan promo lebaran 2018. Merayakan hari raya lebaran merupakan momen penting yang dirayakan umat muslim di seluruh dunia. 



Momen penting ini hanya dirasakan satu kali setiap tahunnya. Maka tidak heran jika umat muslim akan sangat antusias menyambut hari raya lebaran. Bagi Anda yang hobi berbelanja pastinya sudah tidak asing dengan kehadiran promo lebaran 2018. Berbagai macam kebutuhan menjelang lebaran dihadirkan di promo ini. Manfaatkan promo lebaran 2018 untuk berbelanja kebutuhan apapun menjelang lebaran.
Promo lebaran 2018 dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk berbelanja berbagai macam kebutuhan menjelang lebaran. Apalagi saat ini harga kebutuhan pokok semakin meningkat. Tingginya harga kebutuhan menjelang lebaran membuat masyarakat lebih memilih untuk mengikuti promo lebaran 2018. Karna pada promo ini ak…

Karyawan BI Di Tangkap

Seorang warga Jakarta Selatan bernama Agus Salim (47) ditangkap polisi pada Minggu (9/12/2017) atas kasus pencurian. Bukan pencurian biasa, korban Agus adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menceritakan, awalnya pihaknya menerima laporan dari Mirza pada Sabtu siang. Mirza tengah berkunjung ke Hotel Veranda di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Korban sedang berada di dalam mobil dan tanpa disadari tas miliknya terjatuh," kata Mardiaz dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang.

Di dalam tas berbentuk pouch itu, ada uang sebesar Rp 3.440.000, dua amplop gaji, satu iPhone 7 Plus, buku tabungan, serta ID card Mirza. Setelah Mirza melapor, polisi pun segera melacak keberadaan barang-barang itu.

Hasil penelusuran mengantarkan polisi ke Hotel Yasmin yang berada di Cipanas, Jawa Barat. Barang-barang Mirza ternyata dibawa oleh Agus.

"Pelaku mengendarai mobil Toyota Avanza mengambil …